Daftar Negara yang Kapal Tankernya Diizinkan Melewati Selat Hormuz oleh Iran, Indonesia?

D

Deli Hermanto

29 March 2026 โ€ข 490 Dilihat

Bagikan:
Daftar Negara yang Kapal Tankernya Diizinkan Melewati Selat Hormuz oleh Iran, Indonesia?

Teheran โ€” Di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, pemerintah di Teheran mengambil kebijakan selektif terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur strategis tersebut tetap terbuka bagi sejumlah negara tertentu, namun tertutup bagi Amerika Serikat dan sekutunya. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap pasar energi global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi selat tersebut.

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, ketegangan meningkat setelah penasihat senior Garda Revolusi Iran (IRGC), Ebrahim Jabari, pada 2 Maret menyatakan bahwa Selat Hormuz โ€œditutupโ€ dan kapal yang mencoba melintas tanpa izin berisiko diserang. Pernyataan tersebut langsung mengguncang pasar, mendorong harga minyak mentah dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel dari sebelumnya sekitar 65 dolar AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menghubungi Teheran untuk meminta izin melintas. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan militer Iran, dan beberapa kapal dari berbagai negara telah diberikan akses terbatas tanpa rincian lebih lanjut.

Berikut adalah negara-negara yang diketahui telah memperoleh izin atau sedang dalam proses negosiasi:

Pakistan

Sebuah kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal jenis Aframax bernama Karachi tersebut keluar dari Teluk pada Minggu, menandai adanya kesepakatan khusus antara Islamabad dan Teheran.

India

Iran juga memberikan pengecualian kepada India. Duta Besar Iran untuk India menyatakan bahwa beberapa kapal India diizinkan melintas. Pemerintah India mengonfirmasi dua kapal tanker LPG berbendera India telah melewati selat dengan aman dan sedang menuju pelabuhan di wilayah barat India.

Turki (Turkiye)

Satu kapal milik perusahaan Turki diizinkan melintas setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas Iran. Menteri Transportasi Turki menyebutkan bahwa dari 15 kapal yang menunggu, hanya satu yang memperoleh izin karena memiliki keterkaitan dengan pelabuhan Iran.

China

China dilaporkan tengah melakukan negosiasi dengan Iran untuk memastikan kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair dapat melintas dengan aman. Negara tersebut sangat bergantung pada jalur ini, dengan sekitar 45 persen impor minyaknya melewati Selat Hormuz.

Prancis dan Italia

Dua negara Eropa, Prancis dan Italia, juga disebut telah mengajukan permintaan pembicaraan dengan Iran guna mendapatkan akses bagi kapal mereka.

Situasi ini menegaskan posisi strategis Selat Hormuz dalam geopolitik global. Kebijakan selektif Iran tidak hanya memengaruhi distribusi energi, tetapi juga meningkatkan ketegangan diplomatik serta ketidakpastian ekonomi dunia. Hingga kini, perkembangan negosiasi antara Iran dan negara-negara terkait masih terus berlangsung di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kapal tanker negaranya telah diizinkan melewati Selat Hormuz.

"Kami sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar, dikutip Al Jazeera.

Dilansir The Standard, Iran juga memperbolehkan kapal-kapal dari Rusia, Irak, dan Bangladesh dapat dengan aman melewati Selat Hormuz.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Iran memberikan lampu hijau kepada dua kapal Republik Indonesia yang sempat tertahan untuk keluar dari Selat Hormuz.

Menurut juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, Kementerian Luar Negeri RI bersama dengan Kedutaan Besar RI di Teheran aktif menjalin komunikasi dengan pihak Iran.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," kata Nabyl terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, Jumat (27/3).

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kapal dari AS, Israel, dan negara-negara musuh tetap tidak diperbolehkan lewat. *

Sumber : Al Jazeera

Komentar

Belum ada komentar.